Postingan

Puisi: Aku, Senja, dan Raja.

Aku dan Senja Melangkah melewati baja Menghalau rintang untuk sang raja Mengayunkan hati nan manja Mengusik kata penuh jenaka Membius ruang yang terluka Mengintip jendela yang terbuka Menggaruk rasa yang tak suka Rajaku raja singa Senang duka tak ada yang mengira Datangnya adalah sebuah petaka Perginya adalah sebuah gembira Senjaku senja gelap Mengisi relung yang terlelap Menghias sudut penuh gemerlap Melindungiku dengan dekap

Puisi: Kembali Pada Jejak

Para penjaga kembali dari gelas kopinya, menanti kehadiran sang perkasa, memenuhi perintah sang penguasa, memulai tugas dengan memeriksa, menggema pintu dengan gumaman, mengikat rantai kesengsaraan, menjerat dunia kepedihan, menuangkan air kepurukan, meninggalkan dengan kesinisan, menanti tibanya pemegang medali, datang dengan kejayaan, membawa benih tanda pelepasan, meninggalkan jejak penuh kebencian, memberikan kesan penuh kebengisan.

Puisi: Jalan Bising

Jalanan bising membuat mu merasakan ketidak nyamanan Membuat mu merasa kebingungan Membuat hidupmu merasa terancam Membuat duniamu merasa terpuruk Apabila kamu mulai merasa kebosanan maka akan kamu mulai dunia dengan penuh senyuman Jika kmau merasa kehampaan maka kamu mulai dunia dengan keputusasaan Hingga tiba saatnya kamu merasa kesepian Meninggalkan jeruji besi yang melekat pada pergelangan kaki mu Tak kau sangka engkau mulai lari tanpa alas kaki Menginjak setip serpihan kaca kepedihan Meninggalkan pintu penuh kemurkaan Meninggalkan jejak penuh kegelisahan Hingga kamu tiba pada gerbang kehausan Kau lewati dengan air mata Tetesan keringat penuh kehati-hatian dan kamu tersadar telah tiba pada ujung pilihan Kegelisahan membuatmu mengurungkan diri untuk pergi Kamu kembali pada tempat kau berasal Hatimu berkata lain keinginanmu berkata lain Kenyataan kau memikirkan lari dari kehidupan awal Membuat hatimu semakin sakit atas pilihan kembalimu menuju tempat penyiksaan.