Puisi: Jalan Bising
Jalanan bising membuat mu merasakan ketidak nyamanan
Membuat mu merasa kebingungan
Membuat hidupmu merasa terancam
Membuat duniamu merasa terpuruk
Apabila kamu mulai merasa kebosanan maka akan kamu mulai dunia dengan penuh senyuman
Jika kmau merasa kehampaan maka kamu mulai dunia dengan keputusasaan
Hingga tiba saatnya kamu merasa kesepian
Meninggalkan jeruji besi yang melekat pada pergelangan kaki mu
Tak kau sangka engkau mulai lari tanpa alas kaki
Menginjak setip serpihan kaca kepedihan
Meninggalkan pintu penuh kemurkaan
Meninggalkan jejak penuh kegelisahan
Hingga kamu tiba pada gerbang kehausan
Kau lewati dengan air mata
Tetesan keringat penuh kehati-hatian dan kamu tersadar telah tiba pada ujung pilihan
Kegelisahan membuatmu mengurungkan diri untuk pergi
Kamu kembali pada tempat kau berasal
Hatimu berkata lain keinginanmu berkata lain
Kenyataan kau memikirkan lari dari kehidupan awal
Membuat hatimu semakin sakit atas pilihan kembalimu menuju tempat penyiksaan.
Membuat mu merasa kebingungan
Membuat hidupmu merasa terancam
Membuat duniamu merasa terpuruk
Apabila kamu mulai merasa kebosanan maka akan kamu mulai dunia dengan penuh senyuman
Jika kmau merasa kehampaan maka kamu mulai dunia dengan keputusasaan
Hingga tiba saatnya kamu merasa kesepian
Meninggalkan jeruji besi yang melekat pada pergelangan kaki mu
Tak kau sangka engkau mulai lari tanpa alas kaki
Menginjak setip serpihan kaca kepedihan
Meninggalkan pintu penuh kemurkaan
Meninggalkan jejak penuh kegelisahan
Hingga kamu tiba pada gerbang kehausan
Kau lewati dengan air mata
Tetesan keringat penuh kehati-hatian dan kamu tersadar telah tiba pada ujung pilihan
Kegelisahan membuatmu mengurungkan diri untuk pergi
Kamu kembali pada tempat kau berasal
Hatimu berkata lain keinginanmu berkata lain
Kenyataan kau memikirkan lari dari kehidupan awal
Membuat hatimu semakin sakit atas pilihan kembalimu menuju tempat penyiksaan.
Komentar
Posting Komentar